potensi pasar ruko

Bagaimana cara menghitung potensi pasar ruko?

Salah satu hal yang penting dalam proses pembelian sebuah ruko adalah potensi pasar ruko di kawasan tersebut.Dengan mengetahui potensi pasar ruko, harapannya investasi ruko dapat berkembang baik sebagai unit usaha sendiri atau untuk disewakan.Seperti diketahui,penjualan ruko biasanya merupakan satu paket dengan penjualan rumah hunian di kawasan baru.Dengan demikian potensi pasar ruko di kawasan baru bisa menjadi misteri.Sering kali kita lihat sebuah kawasan ruko mati, kosong tanpa penghuni dan tidak banyak aktifitas bisnis.Maka bisa dikatakan, developer gagal dalam mengembangkan kawasan bisnis yang dibangunnnya.

Di sisi lain, ada juga kawasan ruko yang sangat berkembang pertumbuhan bisnisnya,Gading Serpong misalnya.Gading Serpong ( kini terbagi menjadi Summarecon Serpong dan Paramount ) berkembang sebagai kawasan residensial dengan kawasan ruko yang pesat pertumbuhan bisnisnya.Puluhan atau ratusan ruko terisi semua dengan aneka usaha baik usaha kuliner dan non kuliner.Bahkan, usaha kuliner seperti tidak ada habisnya dibahas akun akun tiktok.Nampaknya selalu ada kuliner baru yang hadir di Gading Serpong setiap minggunya.

“Potensi Pasar” atau “Captive Market”? Jangan Sampai Salah Istilah

Sebelum masuk ke perhitungan, penting membedakan dua istilah yang sering tertukar di lapangan: captive market dan trade area / potensi pasar.

Captive market secara definisi berarti pasar di mana konsumen tidak punya pilihan lain, atau sangat sulit beralih ke alternatif — misalnya kantin di dalam bandara, atau minimarket satu-satunya di dalam kawasan tertutup dengan penjagaan 24 jam. Kuncinya ada pada kata “captive” (tertawan): konsumen benar-benar terkunci pada satu penyedia.

Warga di sekitar ruko yang akan dibeli — baik penghuni cluster utama, cluster sebelah, maupun penduduk non-cluster — tidak berada dalam kondisi terkunci semacam itu. Mereka tetap punya pilihan untuk berbelanja di tempat lain: minimarket di kawasan sebelah, pasar tradisional, atau bahkan berbelanja online. Karena itu, istilah yang lebih tepat untuk kondisi ini adalah trade area atau potensi pasar (potential market) — wilayah cakupan di mana penghuni cenderung berbelanja karena faktor kedekatan dan kenyamanan, tapi bukan keharusan.

Menggunakan istilah yang tepat bukan sekadar soal teknis bahasa. Bagi calon pembeli ruko yang cermat, pemakaian istilah yang keliru bisa menurunkan kepercayaan terhadap analisis yang disampaikan. Artikel ini akan konsisten menggunakan istilah “potensi pasar” atau “trade area”, bukan “captive market”.

Sumber utama potensi pasar ruko

1.Pasar Primer

Pangsa pasar primer berasal dari penghuni rumah di kawasan tempat ruko dibangun. Berapa rencana unit dibangun dikalikan jumlah penghuni, itulah potensi pasar ruko primer. Potensi pasar ini bisa cukup solid karena kondisi kawasan rata-rata menerapkan satu pintu, sehingga setiap penghuni hanya mempunyai satu akses, yang notabene akses jalan utama biasanya juga menjadi akses kawasan bisnis/ruko.

2.Pasar Sekunder

Berasal dari penduduk di sekitar kawasan, baik penduduk cluster lain maupun penduduk non-cluster. Dalam hal-hal tertentu, kawasan sekitar komplek baru merupakan kawasan yang sudah jadi dengan ragam penghuni. Ini merupakan potensi pasar tambahan.

3.Pasar Tujuan (Traffic)

Potensi pasar ruko juga berasal dari traffic orang-orang yang datang dan pergi melewati kawasan ruko. Pengembang yang pintar, selain membuat kawasan depan ruko menjadi kawasan yang nyaman dilewati, biasanya juga mengembangkan cara-cara tertentu agar banyak masyarakat menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi, misalnya penyediaan jogging track.

Menghitung potensi konsumen dari potensi pasar

1.Menghitung potensi daya beli.

Potensi daya beli bisa dilihat dari harga properti yang dijual bersamaan dengan penjualan ruko. Dengan melihat potensi daya beli, kita bisa menentukan unit usaha apa yang cocok di kawasan tersebut. Misalnya rumah harga 2-3 miliar, maka pangsa pasarnya adalah kelas menengah ke atas. Unit bisnis yang cocok untuk kalangan menengah ke atas adalah unit usaha yang memenuhi kebutuhan sekunder: kecantikan, gym, coffee shop, dan lain-lain.

Kalau berada di kelas menengah bawah, unit usaha yang laku dominan untuk memenuhi kebutuhan primer, misalnya toko sembako, laundry kiloan, air minum isi ulang, dan lain-lain.

2.Menghitung keberadaan kompetitor

Tidak bisa dihindari,setiap unit usaha akan menghadapai usaha yang serupa.Sebelum memutuskan membuat unit usaha,harus berhitung dengan tingkat kejenuhan pasar.Sebuah cluster berisi 800 unit rumah dan sudah ada 2 unit usaha air isi ulang misalnya,apakah masih perlu membuat usaha serupa atau memutuskan untuk jenis usaha lain.

Contoh Kasus:

Anda ingin membeli ruko di perumahan X untuk dijadikan usaha air minum isi ulang

KomponenPerhitungan
Total Populasi800 rumah
Asumsi KonsumenKita ambil pesimis: 30% dari populasi ( karena sudah ada 2 unit usaha sejenis)
Potensi Pelanggan240 unit rumah
Rata-rata belanjaRp 6.000 per transaksi ( harga air minum isi ulang )
Estimasi Omzet Bulanan ( asumsi pembelian 4x sebulan )240 x 4 x Rp 6.000,- = Rp 5.760.000/per bulan

Catatan: angka di atas adalah omzet kotor. Untuk menilai kelayakan usaha secara lebih akurat, kurangi dengan biaya sewa ruko per bulan dan biaya operasional (listrik, galon, tenaga kerja) agar terlihat gambaran margin bersihnya.

Potensi pasar ruko yang diciptakan

Kawasan yang hidup dengan area bisnis yang berkembang seperti Gading Serpong tidak serta-merta terjadi secara pasif. Komunitas dan potensi pasar yang terjadi memang diciptakan dan dikelola sedemikian rupa. Sayangnya, hal ini hanya terjadi di ruko yang dikelola developer-developer besar. Ruko di developer kecil biasanya dijual putus tanpa pengelolaan lanjut oleh manajemen developer.

1.Memberi prioritas brand ternama sebagai magnet konsumen

Grand Batavia melakukan hal ini untuk menghidupkan kawasan dan area bisnisnya.Diawali dengan pendirian waterpark yang otomatis menjadikan Grand Batavia destinasi liburan di akhir pekan.Berlanjut kehadiran CGV,McDonald,Recheese dan hasilnya bisa kita lihat,kawasan ruko di Grand Batavia menjadi hidup dan terbentuk komunitas pelanggannya.

2.Pengaturan zonasi tema ruko

Tanpa pengaturan zonasi tema ruko, kawasan ruko menjadi semrawut. Bengkel las bersebelahan dengan tempat makan misalnya, atau tempat makan bersebelahan dengan bengkel motor. Bahkan yang lebih mengkhawatirkan, terjadi pembiaran kaki lima di bahu jalan dan area parkir — terlihat ramai, tapi justru mengurangi animo pengunjung untuk tujuan berbelanja rutin.

3.Pengaturan tata ruang

Kembali developer besar yang memperhatikan hal ini. Suvarna Sutera misalnya, membuat pedestrian/jogging track sepanjang 10 km yang menciptakan tempat nyaman dan lega, dengan lalu lintas yang lebih rapi, sehingga menjadi destinasi weekend bagi warga sekitar kawasan. Kenyamanan publik menciptakan waktu singgah yang lebih lama bagi pengunjung.

4.Manajemen kawasan

Manajemen kawasan yang solid memberikan kepuasan dan kenyamanan bagi pelaku usaha — bagaimana menciptakan ruang usaha yang aman dari parkir liar dan pemalakan, sehingga pelaku usaha bisa lebih berkonsentrasi dalam meningkatkan dan mengembangkan unit usahanya.

Chek list potensi pasar ruko

1. Perbandingan rasio ruko vs residensial Developer yang rakus akan membangun ruko sebanyak-banyaknya, yang berujung pada saling mematikan antar-pedagang. Rasio yang sehat biasanya berkisar antara 1 ruko untuk setiap 50 hingga 100 rumah. Jika di satu cluster hanya ada 500 rumah tapi ruko yang dibangun mencapai 100 unit (rasio 1:5), sebaiknya dihindari — tingkat persaingannya akan sangat ketat.

2. Keberadaan merek besar Merek-merek raksasa (seperti McDonald’s, Starbucks, Superindo, atau jaringan ritel besar) memiliki tim riset pasar bernilai miliaran rupiah. Sebuah kawasan bisnis dengan keberadaan merek besar merupakan jaminan akan terbentuknya komunitas pembeli. Jika merek-merek besar ini sudah mulai membangun gerai mandiri di kawasan ruko tersebut, Anda bisa “menumpang” pada hasil riset pasar mereka — mereka masuk karena yakin pangsa pasarnya akan terbentuk.

3. Jual putus ruko Seperti disebutkan sebelumnya, potensi pelanggan bisa dikelola dan diciptakan. Pada developer besar, tidak semua unit ruko dijual putus ke publik — ada area/blok khusus yang ditahan oleh developer untuk dikelola sendiri. Developer yang baik biasanya tidak menjual 100% area komersialnya; mereka akan menahan area paling premium untuk disewakan sendiri. Artinya, developer punya kepentingan finansial jangka panjang agar kawasan itu tetap ramai. Jika mereka jual putus 100%, biasanya setelah serah terima mereka akan lepas tangan.

4. Hierarki jalan dan arah lalu lintas (traffic flow) Ruko yang sukses selalu berada di “jalur nadi”, bukan jalur buntu. Pilih ruko yang berada di jalan penghubung utama, terutama di sisi jalan yang searah dengan arus pulang kerja — orang lebih cenderung mampir belanja/makan saat perjalanan pulang ke rumah daripada saat buru-buru berangkat kerja.

5. Rekam jejak developer Lihat proyek-proyek terdahulu dari developer tersebut. Apakah ruko-ruko lama mereka hidup, rapi, dan parkirannya terkelola? Atau malah kumuh, parkir dikuasai preman, dan banyak yang tutup?

6. Desain kawasan dan kantong parkir Perilaku konsumen modern sangat bergantung pada kenyamanan fisik. Ruko modern yang potensial membentuk komunitas biasanya memiliki double facade (dua muka), selasar pejalan kaki yang lebar (minimal 2-3 meter), area alfresco (teras terbuka untuk duduk-duduk), dan sistem parkir atau kantong parkir terpusat yang luas tanpa tumpang tindih dengan badan jalan.

Kesimpulan

Tidak semua ruko mempunyai ciri-ciri ideal. Namun dengan perhitungan yang cermat — dan pemahaman istilah yang tepat, seperti membedakan potensi pasar dari captive market — kita masih memungkinkan mendapatkan ruko dengan harga terjangkau dan layak secara bisnis, dengan potensi pasar yang terus berkembang.

Loading

Praktisi FTTH & Jaringan | Konsultan Properti | Blogger | Pengelola Property Birulangit | Digital Marketing Enthusiast
Pos dibuat 28

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas